Kau bagai matahari yang slalu memberiku keHangatan,
Kau bagai lampu yang slalu memberiku Penerangan,
Kau bagai baterai ynag slalu memberiku Energi,
Kau bagai kompas yang slalu memberiku Petunjuk,
Kasih mu bagai udara yang slalu menyertaiku..
Bodoh nya ak tak menyadari itu,
Ku hanya memikirkan keInginanku ,
Aku sering tak menganggap kasih mu..
Kini ku haya bocah cilik di tengah keGelapan malam,
Ku hanya tetesan embun di dedaunan,
Ku hanya butiran pasir di hamparan gurun,
Ku hanya pulau kecil di tengah samudra nan luas..
Ku bagai selembar kertas yanga tak berdaya,
Ku bagai pasir yang tertiup angin,
Ku bagai percikan air kolam,
Ku bagai daun yang jatuh dari pohonnya..
Manusia slalu bernafas,
Slalu memandang,
Slalu berkata - kata,
Slalu mengandai - andai,
Slalu melangkah,
Dan sering kali tidak menghiraukan orang yang ada di sekitarnya..
Tapi waktu terus berputar,
Kini yang tertinggal hanya panyesalan atas perlakuan yang telah diperbuat..
Mungkin aku terlahir pada masa yang tidak tepat dimana cinta tidak lebih dari sebuah dongeng indah pengantar tidur Dan ketika aku terbangun esok hari cerita pilu tentang cinta kembali terulang Betapa cinta yang “katanya” indah tak bisa aku temukan.

0 komentar: