­

Mungkin aku terlahir pada masa yang tidak tepat dimana cinta tidak lebih dari sebuah dongeng indah pengantar tidur Dan ketika aku terbangun esok hari cerita pilu tentang cinta kembali terulang Betapa cinta yang “katanya” indah tak bisa aku temukan.

Kekasih…

Suatu ketika aku akan wafat…

Menyandang bulu dan sayap laksana malaikat

Dan akan segera ku akhiri cerita

Saat sisa nafasku berhenti dibatas waktu…

Bila tiba saat kupergi…

Jangan ada derai air mata kedukaan

Karna ratapmu akan patahkan sayapku

Kepergiaanku menempuh puncak impian,

Ketika sang utusan merengkuh jiwa ini.

Hapuslah air matamu…

Meski terus kau percikan duka atas kepergianku,

Aku tak akan pernah kembali,

Dan sungguh tak ingin kembali.

Biarlah jiwaku tenang berlalu…

Dalam dekapan hangat sayap malaikat

Merengguk anggur kebebasan semu

Diantara setumpuk timbangan perbuatanku

Aku berharap…

Jasad matiku kau balut dengan senyum

Benamkan kebalik tanah penuh ketulusan

Iringi kepergianku dengan doa

Mungkin itu akan meringankan bebanku

Biarlah pusara ini menjadi saksi…

Bahwa aku pernah mengembara melintasi lembah mimpi

Sekejap tersenyum merengguk manisnya dosa duniawi

Yang kini tinggal belulang membujur kaku ditengah sepi…

Akan kunanti dirimu didepan gerbang keabadian…

Mungkin dalam penantian ini…

Masih ada celah

Tuk wujudkan dahaga rindu ditelaga cinta…

_________________
dikutip dari : http://katakatabijak.info/kekasihpuisi-dari-komentator/

0 komentar:

Posting Komentar