Pertempuran Surabaya berawal dari mendaratnya pasukan Sekutu yang diboncengi pasukan Belanda pada akhir Oktober 1945.
Melalui perundingan dengan tokoh-tokoh masyarakat Surabaya dan melucuti tentara Jepang.
Namun pada malam hari tanggal 26 Oktober 1945,
Sekutu menyerang penjara Kalisosok.
Tentara sekutu membebaskan Kolonel Huiyer, seorang perwira Belanda beserta tentara Belanda lainnya yang ditawan RI.
Bahkan keesokan harinya Sekutu menyebarkan pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata yang dirampas dari Jepang.
Atas tindakan Sekutu rakyat Surabaya melakukan serangan umum terhadap kedudukan Sekutu di Surabaya.
Pertempuran baru berakhir setelah Presiden Soekarno yang datang atas permintaan Sekutu dapat
meyakinkan rakyat Surabaya bahwa Sekutu datang hanya untuk melucuti tentara Jepang.
Namun, situasi tenang itu hanya berlangsung sebentar sebab ternyata pasukan sekutu terus memperkuat diri.
Karena tidak ada tanggapan maka Sekutu menggempur Surabaya. Pertempuran Surabaya yang melibatkan hampir seluruh penduduk Surabaya itu berlangsung selama tiga minggu.
Akibatnya, ribuan korban meninggal, luka-luka, dan gelombang pengungsi ke luar kota.
Sejarah ini pula yang menyebabkan kota Surabaya disebut sebagai kota pahlawan.
Melalui perundingan dengan tokoh-tokoh masyarakat Surabaya dan melucuti tentara Jepang.
Namun pada malam hari tanggal 26 Oktober 1945,
Sekutu menyerang penjara Kalisosok.
Tentara sekutu membebaskan Kolonel Huiyer, seorang perwira Belanda beserta tentara Belanda lainnya yang ditawan RI.
Bahkan keesokan harinya Sekutu menyebarkan pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata yang dirampas dari Jepang.
Atas tindakan Sekutu rakyat Surabaya melakukan serangan umum terhadap kedudukan Sekutu di Surabaya.
Pertempuran baru berakhir setelah Presiden Soekarno yang datang atas permintaan Sekutu dapat
meyakinkan rakyat Surabaya bahwa Sekutu datang hanya untuk melucuti tentara Jepang.
Namun, situasi tenang itu hanya berlangsung sebentar sebab ternyata pasukan sekutu terus memperkuat diri.
Karena tidak ada tanggapan maka Sekutu menggempur Surabaya. Pertempuran Surabaya yang melibatkan hampir seluruh penduduk Surabaya itu berlangsung selama tiga minggu.
Akibatnya, ribuan korban meninggal, luka-luka, dan gelombang pengungsi ke luar kota.
Sejarah ini pula yang menyebabkan kota Surabaya disebut sebagai kota pahlawan.
Rabu, 15 Februari 2012
Label:
Perjuangan Bersenjata Dalam Rangka Menegakkan Kemerdekaan Indonesia

0 komentar: